On Sunday, 26th of March. Hari itu adalah hari pertama saya untuk berkegiatan di Lapak setelah saya resmi tergabung dalam keluarga CCE Community seminggu sebelumnya. Pagi hari saya menyiapkan beberapa materi untuk PAUD/TK karena saya mendapatkan posisi untuk mengajar pada tingkatan tersebut, yaitu materi alfabet dan huruf, saya mem-print out beberapa worksheet yang kira - kira menarik untuk dikerjakan. Dan menyiapkan buku yang saya pinjam dari adik saya yang paling kecil, berupa buku alfabet yang penuh gambar dan warna.
Sampai disana, semua volunteers sedang mengikuti briefing, saya telat datang, alhasil ketika saya baru duduk, semua orang bersiap untuk berdiri dan memulai kegiatan. Kami memulai kegiatan pertama dengan menjemput anak - anak yang rumahnya tidak jauh dari sekitar Lapak, saya sebelumnya tidak membayangkan kalau saya harus menjemput mereka, saya dan teman - teman volunteers lainnya membagi kelompok untuk menjemput mereka satu persatu, ada yang sedang bermain diatas pohon, berlari - lari, atau juga sedang berada di dalam rumah mereka masing - masing.
Apa yang saya hanya lihat di televisi, kini sedang saya jalani, saya bersyukur karena ini adalah bagian dari mimpi saya sejak dulu. Setelah terkumpul kami berjalan menuju Lapak, tempat dimana kami bermain sambil belajar. Sebelum belajar, kami bermain sebentar di sekitar Lapak untuk menghangatkan suasana sekaligus menjadi pengenalan bagi kami, volunteers baru, kepada anak - anak. Kami membuat lingkaran dan berpegangan tangan, bermain ayam - ayaman dan tikus kucing. Riuh suasana dan kami menjadi lebih dekat kepada anak - anak.
Setelah selesai, kami langsung masuk ke dalam Lapak dan melangsungkan kegiatan belajar mengajar, karena volunteers baru lumayan banyak jumlahnya sekitar 36, dan yang datang sekitar 30, sedangkan anak yang datang kala itu ada 27 orang, kami akhirnya masing - masing memegang satu anak. Saya sempat kebingungan karena tidak ada anak yang mendekati saya, dan akhirnya saya mendekati anak yang belum bersama volunteers, "Kamu mau sama aku ?" Tanya saya dibalas dengan anggukan. Ternyata nama nya Ting - Ting.
Waktu pembelajaran saya awali dengan mengeluarkan bahan ajar yang telah saya siapkan, ternyata Ting - Ting seketika mengambil buku alfabet yang saya bawa, dari sana saya menyadari bahwa memang anak - anak suka yang atraktif, yang berwarna dan penuh gambar. Ting - Ting memang sudah hafal alfabet dari a, b, c, d, e, tetapi ternyata ketika saya tes dengan mengacak alfabet, dia kebingungan, ternyata dia hanya hafal, tetapi tidak mengerti. Begitu pula dengan angka, dia hafal 1 hingga 10, tetapi dia tidak tau yang mana angka 1, 2, 3, dan seterusnya.
Akhirnya saya hanya memperkenalkan kembali alfabet dan angka - angka, dengan memberikan worksheet yang isinya mengikuti titik - titik, saya senang karena walaupun Ting - Ting tidak terlalu excited seperti anak yang lain, dia tetap mengerjakan apa yang minta untuk dia kerjakan. Dia juga terus meminta saya untuk memberikan dia worksheet yang mirip, tapi saya tidak membawa banyak, jadi kami hanya mengulang - ulang, berhitung, dan juga saya membuatkan dia gambar yang bisa Ting - Ting tebak ada berapa dan angkanya seperti apa.
Pada saat waktu belajar saya sempat bingung, karena Ting - Ting tidak excited dan dia juga tidak suka mewarnai, jikalau Ting - Ting lesu saya merasa tidak semangat, tapi saya mencoba untuk membangun suasana. Saya terus bertanya - tanya kepada Ting - Ting dengan menunjuk alfabet atau pun angka. Disana saya tersadarkan akan sabarnya guru mengajar dan ternyata energi murid juga terselurkan ke guru, jiakalau murid semangat, guru pun semangat, dan sebaliknya. Saya baru sadar, dan mengahrgai kerja keras guru. Akhirnya semakin mendekati zuhur anak - anak sudah bosan, dan akhirnya meminta untuk bermain game di handphone kami, berebutan, satu anak tertarik dengan game hijaiyah yang ada di handphone saya, Pinkan namanya. Akhirnya mereka bergantian.
Waktu yang ditunggu pun tiba, yaitu adzan dzuhur, ketika adzan Ting - Ting langsung bersemangat dan memegang tangan saya "Kak Putri ayo kita solat!" Berbeda sekali dengan wajah yang selama ini dia tampakkan ke saya, saya terharu sekali, pertama karena dia memegang tangan saya, kedua karena dia memanggil nama saya, ketiga karena dia bersemangat untuk solat. Indah rasanya.
Setelah dia mendapatkan mukenahnya, dia langsung menarik tangan saya dan menggenggam tangan saya, lumayan kencang. It felt so nice. Begitu pula dengan Pinkan. Holding hands yang punya kemistri bukan cuma pasangan kekasih yang punya. Kami bergandengan tangan sampai pada Masjid, di Masjid, saya menjumpai beberapa anak SMP yang sedang mengutak atik laptop, sangat serius. Kami, akhirnya berwudhu, anak - anak jadi basah seperti habis mandi.
Di atas kaum lelaki sudah berjamaah, kami yang tertinggal akhirnya solat sendiri - sendiri. Setelah solat kami bersalaman, dan kembali ke Lapak. Di Lapak Kak Ayu sudah menyiapkan kisa Nabi untuk diceritakan, anak - anak duduk mendengarkan, saya sempat pergi keluar sebentar kala itu, dan kembali ketika Kak Yanti membagikan beberapa hadiah untuk anak - anak yang berani maju kedepan dan juga yang rajin datang ke Lapak.
Setelah dibagikan, anak - anak pulang dan kami volunteers, tetap di Lapak untuk mengadakan evaluasi, membahas mengenai anak - anak satu persatu, sharing bagaiman kami harus menghadapi dan mengatasi anak - anak. Sangat berguna bagi saya pribadi untuk bekal masa depan mendidik anak - anak. Ahah, tapi serius, sangat bermanfaat.
Evaluasi selesai sekitar jam setengah 4, semua bergegas pulang. Hari itu saya membawa bekal pulang yang sangat berisi. Alhamdulillah
Waktu pembelajaran saya awali dengan mengeluarkan bahan ajar yang telah saya siapkan, ternyata Ting - Ting seketika mengambil buku alfabet yang saya bawa, dari sana saya menyadari bahwa memang anak - anak suka yang atraktif, yang berwarna dan penuh gambar. Ting - Ting memang sudah hafal alfabet dari a, b, c, d, e, tetapi ternyata ketika saya tes dengan mengacak alfabet, dia kebingungan, ternyata dia hanya hafal, tetapi tidak mengerti. Begitu pula dengan angka, dia hafal 1 hingga 10, tetapi dia tidak tau yang mana angka 1, 2, 3, dan seterusnya.
Akhirnya saya hanya memperkenalkan kembali alfabet dan angka - angka, dengan memberikan worksheet yang isinya mengikuti titik - titik, saya senang karena walaupun Ting - Ting tidak terlalu excited seperti anak yang lain, dia tetap mengerjakan apa yang minta untuk dia kerjakan. Dia juga terus meminta saya untuk memberikan dia worksheet yang mirip, tapi saya tidak membawa banyak, jadi kami hanya mengulang - ulang, berhitung, dan juga saya membuatkan dia gambar yang bisa Ting - Ting tebak ada berapa dan angkanya seperti apa.
Pada saat waktu belajar saya sempat bingung, karena Ting - Ting tidak excited dan dia juga tidak suka mewarnai, jikalau Ting - Ting lesu saya merasa tidak semangat, tapi saya mencoba untuk membangun suasana. Saya terus bertanya - tanya kepada Ting - Ting dengan menunjuk alfabet atau pun angka. Disana saya tersadarkan akan sabarnya guru mengajar dan ternyata energi murid juga terselurkan ke guru, jiakalau murid semangat, guru pun semangat, dan sebaliknya. Saya baru sadar, dan mengahrgai kerja keras guru. Akhirnya semakin mendekati zuhur anak - anak sudah bosan, dan akhirnya meminta untuk bermain game di handphone kami, berebutan, satu anak tertarik dengan game hijaiyah yang ada di handphone saya, Pinkan namanya. Akhirnya mereka bergantian.
Waktu yang ditunggu pun tiba, yaitu adzan dzuhur, ketika adzan Ting - Ting langsung bersemangat dan memegang tangan saya "Kak Putri ayo kita solat!" Berbeda sekali dengan wajah yang selama ini dia tampakkan ke saya, saya terharu sekali, pertama karena dia memegang tangan saya, kedua karena dia memanggil nama saya, ketiga karena dia bersemangat untuk solat. Indah rasanya.
Setelah dia mendapatkan mukenahnya, dia langsung menarik tangan saya dan menggenggam tangan saya, lumayan kencang. It felt so nice. Begitu pula dengan Pinkan. Holding hands yang punya kemistri bukan cuma pasangan kekasih yang punya. Kami bergandengan tangan sampai pada Masjid, di Masjid, saya menjumpai beberapa anak SMP yang sedang mengutak atik laptop, sangat serius. Kami, akhirnya berwudhu, anak - anak jadi basah seperti habis mandi.
Di atas kaum lelaki sudah berjamaah, kami yang tertinggal akhirnya solat sendiri - sendiri. Setelah solat kami bersalaman, dan kembali ke Lapak. Di Lapak Kak Ayu sudah menyiapkan kisa Nabi untuk diceritakan, anak - anak duduk mendengarkan, saya sempat pergi keluar sebentar kala itu, dan kembali ketika Kak Yanti membagikan beberapa hadiah untuk anak - anak yang berani maju kedepan dan juga yang rajin datang ke Lapak.
Setelah dibagikan, anak - anak pulang dan kami volunteers, tetap di Lapak untuk mengadakan evaluasi, membahas mengenai anak - anak satu persatu, sharing bagaiman kami harus menghadapi dan mengatasi anak - anak. Sangat berguna bagi saya pribadi untuk bekal masa depan mendidik anak - anak. Ahah, tapi serius, sangat bermanfaat.
Evaluasi selesai sekitar jam setengah 4, semua bergegas pulang. Hari itu saya membawa bekal pulang yang sangat berisi. Alhamdulillah