Rabu, 31 Oktober 2018

Doesn't Really Matter


People these days, sure easily talk about others. Wether it is in social media or in the real life. But mostly on social media, people through their accounts can easily talk about others, moreover often it's bad side they are talking. 

But from what I experienced, I can conclude that people's opinion doesn't really matter. It used to be a bother for me, but not really anymore. I would do a self check and take something good from it, then the end of it. Because I realized, people can talk about anything they want, good or bad, it's our decision

Every person has their own bad and good side, no one is perfect, we all know that. There was a saying, I forget how it was exactly said, but it said, no matter how good you are, people going to see you as deep as they see themselves. They way they value others, reflects the way they value themselves.

I think people's opinion of us is a matter of their choice. If they want to see the bad of us, then they will always find one, and vice versa. Don't you think so ? When people talk good about us, how do I say to this...umm....sometimes I see it more like, it is their power / greatness / kindness / that they want and able to see the good thing in us. And when people perceive us in a bad way, then like what I said, there will always be one, two, three and more.  It never stops as it's more easy than looking the good in oneself. 

Also when people spread rumors, it is up to us wether we directly believe it or we have to do some search of the whole story. I believe wise people tend to have lot of consideration, they are not easily driven by others' opinion, they eager to know the whole story and various perspective.


There will always be good and bad side of a story, and also it's up to us wether we want to do some review and take something to learn from the story or just talk about it and get nothing. Smart people know which to choose.

So yep! I see many people these days don't really think deeply about what they are going to say, they just say anything. But I hope we are that kind of people whom always careful about what we are going to say. I hope that we are aware that everything we say can affect people's life, so we better say good thing ( talk wisely )  rather than hate speech, etc.

People's opinion is important for me when it being said privately, and they have a clear intention of what they say in constructive words. Other than that, I don't want to bother. 

Senin, 08 Oktober 2018

Sebuah Perumpamaan

by Utarakansaja

Banyak macam bunga di kebun,
ada Mawar, Melati, Rosella, Kamboja, Adenium,
dan lainnya.

Kala itu, kamboja sangat populer,
banyak orang datang untuk membelinya.

Adenium merasa iri ingin juga diminati,
Ia berpikir bahwa Ia tidak terlalu menarik,
lalu, Ia berlagak seolah - olah Ia Kamboja,

Pada satu hari, ada pembeli datang dari jauh,
"Saya ingin membeli ini!" Sembari mengambil Adenium,
yang dikiranya Kamboja.

Dia tidak begitu paham mengenai apa yang Dia cari,
'terlihat seperti Kamboja' pikirnya tanpa ambil pusing.

Lalu, dibawalah Adenium yang Dia kira Kamboja,
dan Adenium masih berlagak layaknya Kamboja.

Sampai pada tempat yang baru,
Ia diperlakukan sebagaimana Kamboja harus diperlakukan,
padahal Ia adalah Adenium.

Dari waktu ke waktu Ia mencoba bertahan,
namun perlahan Ia mati tidak sanggup,
"Seharusnya aku tidak berlagak seperti Kamboja."
Ia mati dalam penyesalan.

Di lain waktu, datang seorang pembeli dari jauh lainnya,
yang telah habiskan banyak waktu dan tenaga,
untuk mencari Adenium,
Dia habiskan waktu untuk menjalajahi Adenium,
Dia tahu betul bagaimana Adenium harus dirawat,
tapi sayang seribu sayang yang Dia cari sudah diambil,
dan mati sia - sia.

--------------------------------------------------------------------

Cerita tadi sebenarnya merupakan sebuah perumpamaan atau lebih tepatnya sebuah peng-ibarat-an. 

Layaknya kebun yang diisi dengan bunga - bunga yang beragam seperti Bunga Matahari, Bunga Rosella,  ataupun Adenium, yang memiliki kecantikannya dan maanfaatnya masing - masing. Dunia juga begitu adanya. Manusia ( Khususnya perempuan )  memiliki keragaman rupa, sikap, dan lain hal yang membuat setiap manusianya itu sendiri bervariasi. 

Tapi terkadang, karena adanya suatu standarisasi ( yang tidak terlihat di permukaan tapi bisa dirasakan ) untuk dikatakan 'cantik', 'indah', dan saudaranya. Bunga - bunga terkadang iri dan diam - diam berharap menjadi bunga yang lain. Karena sebagian bunga berpikir, "Oh mungkin aku harus jadi Kamboja ( dikarenakan Kamboja memiliki semua karakteristik untuk dikatakan Indah menurut banyak pembeli ), sehingga pembeli akan tertarik untuk membeliku." Untuk sekuntum Adenium berubah menjadi Kamboja, rasanya terlalu jauh, karena Dia harus berubah, artinya Dia akan menjadi sesuatu yang bukan dirinya, Dia akan terpaksa berbohong, bahkan pada dirinya sendiri. Akan lebih baik jika seharusnya Dia berharap, "Aku akan menjadi Adenium yang lebih segar, yang tumbuh lebih tinggi dan sehat." Sekali lagi, bukan menjadi bunga yang lain. 

Certita diatas ada kaitannya dengan hal berwangi cinta, lebih tepatnya, berkaitan dengan menemukan sesosok manusia, sebut saja Ia, Jodoh. Walaupun tidak setiap bunga mendambakan pembeli, tapi banyak dari bunga - bunga yang ingin menemukan pemiliknya yang baru. Sampai - sampai Dia berani untuk mengubah dirinya, demi Ia, Si Jodoh. Tapi disitulah bunga harus berhati - hati. 

Karena Adenium selama ini berpura - pura menjadi Kamboja, maka pemiliknya melihat Dia sebagai Kamboja. Padahal Dia bukanlah Kamboja. Lambat laun, Dia pasti akan merasa jenuh, Dia pasti akan merasa terperangkap.

Akan lebih Indah, jika dari awal Adenium tidak berpura - pura, terus menggali potensi untuk tumbuh lebih indah dalam keunikannya sendiri dan bersabar, Dia pasti akan menemukan pemilik yang memang mencari Dia, Adenium, yang benar - benar tau bahwa bunga yang Ia butuhkan adalah bunga Adenium,  bukan pemilik yang mencari Kamboja, hanya karena Kamboja sedang populer, dan agar bisa dielu - elukan kepada pemilik yang lain, bahwasannya pemilik mempunyai bunga Kamboja di rumahnya. 

Jika bunga bertemu dengan pemilik yang memang mencarinya, pastinya bunga tersebut akan terawat, tumbuh tinggi, sehat dan bisa menjadi manfaat untuk sekitarnya, bukan mati sia - sia karena perawatan yang tidak seharusnya untuk Dia. 

Sebenarnya pesan dari cerita ini sungguhlah sederhana, jadilah dirimu sendiri dan menjadi cantik dalam versi kamu sendiri.

Karena saya merasa, ketika kita jujur dengan diri sendiri, semua rasanya lebih leluasa. Ketika melihat diri sendiri dengan cantik, maka melihat yang lain pasti dengan cara yang sama, semuanya memiliki keindahan masing - masing jadi kata membandingkan akan tiada guna. Dari sana rasa iri, tidak percaya diri, dan saudaranya akan perlahan larut hilang dan hanya akan ada penghargaan dan cinta disetiap pertemuannya. 

Doesn't Really Matter

People these days, sure easily talk about others. Wether it is in social media or in the real life. But mostly on social media, people th...